Kasi Madrasah Pantau Ujian Madrasah di MTsN 1 Polman


Tinambung (INMAS MTsN 1 Polman) – Memasuki hari kedua pelaksanaan Ujian Madrasah di MTsN 1 Polewali Mandar, (Selasa, 06/April) Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Polewali Mandar, H. Laupa, S.Ag, M.Pd melakukan pemantauan Ujian Madrasah di dampingi oleh Kepala MTs Negeri 1 Polewali Mandar, Drs. H. Pabelloi, M.Si dan salah seorang staf Pendidikan Madrasah, Zuhri, S.Pd.I.

Kasi Pendidikan Madrasah memantau salah satu ruangan ujian dan berbincang pengawas ruangan (Foto Istimewa)

Dalam kunjungannya, Kasi Pendidikan Madrasah berpendapat senada dengan arahan Pengawas Madrasah tingkat MTs pada upacara pembukaan UM 2021 kemarin (05/April) tentang keharusan mematuhi protokol kesehatan selama Ujian Madrasah berlangsung, beliau juga menekankan pentingnya melaksanakan anjuran protokol kesehatan yang baik. Sebagai lembaga pendidikan di bawah naungan Kementerian Agama harus patuh pada anjuran pemerintah dan menjadi contoh bagi sekolah-sekolah umum.

Lebih lanjut Kasi Pendidikan Madrasah menyampaikan harapan Kepala Dinas Kesehatan, yang juga sebagai ketua Tim Gugus Penanggulanan Covid-19 Kab. Polewali Mandar, bahwa

“Anak-anak setelah melaksanakan ujian jangan sampai  ada yang berkerumun, pihak madrasah harus mengarahkan siswanya langsung pulang kerumah  masing-masing.”

Kasi Pendidikan Madrasah berbincang dengan Kepala Madrasah usai berkeliling memantau ruangan-ruangan ujian. (Foto Istimewa)

Mengakhiri kunjungannya di MTs Negeri 1 Polewali Mandar, Kasi Pendidikan Madrasah juga mengapresiasi kinerja panitia pelaksana UM 2021,

Alhamdulillah berjalan sukses  dan aman tanpa ada hambatan. Kepada panitia ujian Madrasah, laksanakan tugas dengan baik. Sekarang tidak ada guru, yang ada adalah pengawas ruangan, yang mengawasi pelaksanaan Ujian Madrasah” Ujarnya sambil  berjalan ke arah mobilnya.


Sementara itu, Pada sesi pertama pelaksanaan ujian di hari kedua ini, kepala Madrasah MTs Negeri 1 Polewali Mandar didampingi salah seorang panitia ujian Madrasah juga lebih awal berkeliling dari ruangan ke ruangan untuk memberikan support dan memberikan arahan kepada peserta didik tentang pentingnya nilai-nilai dan etika yang harus diperhatikan dalam ujian.

Kepala Madrasah tengah memberikan arahan di salah satu ruangan ujian

Tahun ini ujian Madrasah adalah komponen penting penentu kelulusan, tapi yang jauh lebih penting adalah terkait dengan etika.

Kalau ada peserta didik yang tidak mengindahkan aturan yang diterapkan oleh pihak Madrasah, seperti tidak mengindahkan protokol kesehatan, indispliner, tidak mematuhi syarat kerapian peserta didik, maka itu bisa menjadi catatan buruk bagi anak-anakku. semuanya bisa menjadi penyebab  ketidaklulusan, sebab nilai sikap dan perilaku itu minimal B.” Ungkapnya sambil meminta salah seorang panitia Ujian Madrasah untuk membagikan masker dan mencatat nama peserta didik yang indisipliner dan tidak memenuhi aturan syarat kerapian.

Kepala Madrasah berbincang dengan salah seorang panitia ujian di salah satu ruangan ujian

Lebih lanjut Kepala Madrasah meminta secara khusus kepada seluruh stakeholder, seperti panitia pelaksana ujian, pengawas ruangan ujian serta seluruh tenaga pendidik dan kependidikan di MTs Negeri 1 Polewali Mandar agar menjaga marwah ujian Madrasah “Pengawas yang telah di SK kan agar melaksanakan tugasnya sebaik-baiknya. Kalau ada kebiasaan-kebiasaan tidak baik selama ini harus dihentikan, demikian pula kebersihan lingkungan harus diperhatikan. Marwah ujian Madrasah harus dijaga, ini bukan ujian akhir semester, tapi ini adalah pengganti Ujian Nasional tegasnya di salah satu ruangan ujian.

Seperti diketahui bahwa, pelaksanaan ujian nasional pada tahun ini ditiadakan di seluruh tingkatan Madrasah, baik pada tingkat Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs) maupun pada tingkat Madrasah Aliyah (MA) sesuai Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan  Nomor  4 Tahun 2020 tentang pelaksanaan Kebijakan Pendidikan dalam Masa Darurat Pencegahan Penyebaran Corona Virus Disease (Covid–19), dan sebagai gantinya adalah pelaksanaan Ujian Madrasah berbasis lokal sehingga semua perangakat ujian seperti soal-soal, metode pelaksanaan ujian, sampai pada pembuatan jadwal mata pelajaran yang diujiankan diserahkan ke kebijakan sekolah/madrasah masing-masing.

Soal-soal yang di ujiankan ini diracik sendiri oleh guru mata pelajaran dengan dilengkapi kisi-kisi serta kartu soalnya, termasuk pemeriksaannya itu diserahkan kepada guru-guru yang bersangkutan”.

Tahun ini juga tidak seperti tiga tahun pelaksanaan ujian sebelumnya yang berbasis komputer, tahun ini tidak ada MTs Swasta yang mengikutkan peserta didiknya untuk ujian di madrasah kita (MTsN 1 Polman_red), sehingga konsolidasi antar panitia dengan peserta ujian cukup mudah dilakukan, karena para panitia pelaksana hanya terdiri dari guru-guru dan tenaga kependidikan di madrasah kita sendiri, demikian halnya peserta didik“ ungkap Wakamad Kurikulum, Alimuddin, S.Pd di sebuah kesempatan. (Mahkim)


Reporter/Penulis : Mahmuddin Hakim
Editor : Rustan Suddin
Foto-Foto : Istimewa

+1

Post Komentar

Gulir ke Atas