Kilas Sejarah

Tinambung merupakan sebuah kota kecil yang berada di ujung paling barat Kabupaten Polewali Mandar. Berbatasan langsung dengan Kabupaten Majene, berjarak kurang lebih 60 km dari Polewali, Ibukota Kabupaten Polewali Mandar dan kurang lebih 150 km dari Kota Mamuju ibu kota Provinsi Sulawesi Barat.

Di tengah kota kecil inilah berdiri Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Polewali Mandar, atau yang lebih familiar dengan sebutan MTsN Tinambung

Kilas Balik MTsN 1 Polman

Membuka lembaran sejarah, MTs Negeri 1 Polewali Mandar tercatat pernah menjadi madrasah induk dari seluruh Madrasah Tsanawiyah di wilayah utara Provinsi Sulawesi Selatan, dalam hal ini Kabupaten Pinrang dan seluruh kabupaten yang tergabung dalam wilayah provinsi Sulawesi Barat saat ini, serta wilayah bagian selatan Provinsi Sulawesi Tengah. Pada waktu itu, Sulawesi Barat masih menjadi bagian dari Provinsi Sulawesi Selatan dan Kabupaten Polewali Mamasa (Nama Kabupaten Polewali Mandar sebelumnya) bersama dengan Kabupaten Pinrang, Majene dan Mamuju merupakan Daerah Pembantu Gubernur Wilayah I.

Hingga usia yang terbilang cukup matang saat ini, MTs Negeri 1 Polewali Mandar telah melalui 16 periode kepemimpinan serta telah menghasilkan ribuan alumni yang banyak diantaranya dipercaya mengemban peran-peran penting di berbagai sektor lembaga pemerintahan, non pemerintah (swasta) maupun BUMN. Tidak hanya itu, banyak diantara alumni yang sukses menggeluti dunia kewirausahaan secara mandiri, menjadi penggiat seni, budaya dan literasi yang namanya cukup diperhitungkan, aktif menjadi pembesar di berbagai paguyuban maupun organisasi sosial kemasyarakatan dan bahkan beberapa alumni juga telah dipercaya oleh berbagai lapisan masyarakat untuk duduk di beberapa tingkatan Kepala pemerintahan, maupun sebagai wakil rakyat di lembaga Legislatif.

 

Awal Pembentukan dan Perubahan Nama MTsN 1 Polman

Sejak berdirinya, MTs Negeri 1 Polewali Mandar sampai saat ini telah mengalami proses yang begitu panjang, dimulai dari didirikannya Sekolah Menengah Islam Pertama (SMIP) Melalui Yayasan Pendidikan Rakyat Mandar (PERAMA) pada tanggal 1 Januari 1952. Kemudian pada tanggal 1 Maret 1954 berubah nama menjadi Pendidikan Guru Agama Pertama (PGAP 4 Tahun).

PGA dengan status swasta ini kemudian mendapatkan status Negeri-nya dan kembali berubah nama menjadi Pendidikan Guru Agama Negeri (PGAN 4 Tahun) melalui penetapan Menteri Agama pada tanggal 25 November 1962. Dua belas tahun kemudian, seiring dengan perubahan kebijakan di Departemen Agama pada tanggal 1 Agustus 1978, berdasarkan Keputusan Menteri Agama No.16, PGAN 4 tahun kemudian berubah menjadi Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Tinambung hingga tahun 2018.

Pada Bulan Maret 2018 melalui KMA Nomor 208 Tanggal 29 Maret 2018 Tentang Perubahan Nama Madrasah-Madrasah Negeri di Provinsi Sulawesi Barat, MTs Negeri Tinambung kemudian berubah nama lagi menjadi MTs Negeri 1 Polewali Mandar. Perubahan nama ini merupakan pemetaan berdasar pada jumlah madrasah negeri yang semakin bertambah di setiap kota/kabupaten sehingga Kementerian Agama memandang perlu untuk memetakan madrasah-madrasah negeri tersebut dengan pemberian nomor urut sebagai nama resmi madrasah negeri.

MTs Negeri 1 Polewali Mandar selain berpredikat sebagai MTs terbesar se-Sulawesi Barat hingga saat ini, dalam sejarah madrasah ini juga tercatat sebagai salah satu MTs Negeri tertua di Sulawesi, bahkan di kawasan Indonesia bagian timur.

Keberadaan MTs Negeri 1 Polewali Mandar tidak bisa dipisahkan dari semangat juang para pendirinya. Beberapa diantara mereka adalah pejuang kemerdekaan Republik Indonesia, baik yang menetap di luar daerah Mandar (Yogyakarta) maupun yang berjuang di daerah Mandar sendiri. Dengan semangat juang dan keprihatinan yang besar terhadap nasib anak Mandar yang kurang mendapatkan kesempatan untuk memperoleh pendidikan, baik karena alasan ekonomi, letak geografis maupun sangat kurangnya fasilitas pendidikan saat itu.

Maka dengan ide dan gagasan mereka lahirlah kesepakatan untuk bangkit dan mengabdi demi pendidikan di tanah Mandar pada tanggal 6 September 1950 melalui deklarasi dalam sebuah pertemuan akbar di kota kecil Tinambung yang difasilitasi oleh wakil ketua Swapraja Balanipa (Mara’dia Matoa). Dari deklarasi tersebut telah disepakati pembentukan sebuah lembaga bernama Perkumpulan Pembangunan Pendidikan Rakyat Mandar (PPPR Mandar).

Pada proses perkembangan selanjutnya PPPR Mandar kemudian menghasilkan beberapa hal yang monumental, antara lain berhasil mendirikan Sekolah Menengah Islam Pertama (SMIP), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Ekonomi Pertama (SMEP) dan membuka cabang PGAP 4 Tahun di Polewali, Lampa (Kec. Mapilli saat ini) dan Petoosang Kec. Tutallu serta membuka sejumlah program pendidikan masyarakat dalam bentuk non formal.

Dalam proses perjalanannya, PPPR Mandar yang kemudian berubah nama menjadi Yayasan Pendidikan Rakyat Mandar (PERAMA) hanya berhasil menegerikan 2 lembaga pendidikan dari sekian banyak lembaga pendidikan yang didirikan dan dibinanya. yaitu Sekolah Menengah Ekonomi Pertama (SMEP) dan Pendidikan Guru Agama Pertama (PGAP 4 Tahun).

Saat Pemerintah menghapus SMEP di seluruh Indonesia, SMEP Yayasan Perama yang berada di Tinambung kemudian dipindahkan ke Petoosang Kec. Tutallu dan kemudian mendapatkan SK Penetapan Penegerian dengan nama SMP Negeri 1 Tutallu (SMP Negeri 1 Alu saat ini). Dan PGAP 4 Tahun sesuai dengan Keputusan Menteri Agama RI No. 16 Tanggal 1 Agustus 1978 berubah nama menjadi Madrasah Tsanawiyah Negeri Tinambung (MTsN Tinambung) hingga Maret 2018.

 

MTsN 1 Polewali Mandar di Kekinian

Berbekal semangat “Qalbun Salim” dan dengan motto “Madrasah Bermutu, Sehat, Cerdas dan Malaqbiq”, Memasuki usia 68 Tahun MTs Negeri 1 Polewali Mandar senantiasa membenahi diri. Sejak lebih dari 1 dekade terakhir, madrasah ini terus menggeliat. Terbukti dari peningkatan jumlah peserta didik yang sangat signifikan, sehingga pihak sekolah terus membenahi sarana dan prasarana. Termasuk penambahan jumlah ruang kelas belajar dan rehabilitasi ruang kelas belajar yang sudah tidak layak pakai.

Tidak hanya lonjakan peserta didik yang terus meningkat dari tahun ke tahun, tetapi juga dibarengi dengan peningkatan prestasi sekolah yang membanggakan, baik prestasi di tingkat kabupaten, provinsi maupun di tingkat nasional.

Setiap tahun sejak beberapa tahun terakhir, peserta didik MTs Negeri 1 Polewali Mandar selalu menjadi utusan kabupaten maupun provinsi untuk mengikuti bebagai ajang lomba bahkan sampai ke tingkat nasional. Baik sains, keagamaan, olah raga, seni budaya, maupun kegiatan ekstrakurikuler lainnya. Hal ini tentunya tidak terlepas dari kerja giat dan profesionalitas tenaga pendidik serta staf MTs Negeri 1 Polewali Mandar.

Jumlah total 95 PTK, MTs Negeri 1 Polewali Mandar dengan leluasa dapat senantiasa memberikan pembinaan dan pendidikan di bidang Ekstrakurikuler seperti, OSIM (Organisasi Siswa Intra Madrasah), PMR/UKS, PRAMUKA, Drumband / Marching Band, Sanggar Seni & Budaya serta berbagai kegiatan ekstra lainnya, seperti bimbingan keagamaan, bimbingan-bimbingan Sains & Teknologi dan bimbingan keolahragaan. Hasil dari bimbingan ekstrakurikuler inilah yang membuat para peserta didik mampu melahirkan banyak prestasi yang membanggakan.

MTs Negeri 1 Polewali Mandar kini dipimpin oleh bapak Drs. H. Pabelloi, M.Pd.I, Menggantikan Almarhum Muhammad Hadrawi, S.Ag yang menjabat sebagai kepala madrasah hanya selama kurang lebih 2 tahun.


Sumber : Kepustakaan MTs Negeri 1 Polewali Mandar, revisi tahun 2020

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram
Share on email
Email

Photoshop Crackeado Gratis

hogatoga app

Gulir ke Atas