Buka Workshop KBC di MTsN 1 Polman, Dr. H. Syamsul Ajak Guru Jadi Pejuang Cinta
Tinambung (Humas) — MTsN 1 Polewali Mandar melaksanakan Workshop Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dengan tema Mengabdi dengan Hati, Mendidik dengan Cinta, Transformasi Pembelajaran Berbasis Cinta.
Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Barat, Dr. H. Syamsul, kamis, 3 September 2026.

Dalam sambutannya, Dr. H. Syamsul mengapresiasi pelaksanaan workshop tersebut. Menurutnya, pengembangan kapasitas guru merupakan bagian penting dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di madrasah.
“Guru tidak boleh berhenti belajar. Guru harus terus meningkatkan kompetensi, memperbarui pengetahuan, dan mampu berbagi ilmu serta pengalaman dengan guru lainnya,” ujarnya saat membuka kegiatan.
Ia berharap kegiatan pengembangan kapasitas guru dapat terus dilaksanakan, baik melalui kegiatan formal maupun nonformal. Menurutnya, peningkatan kompetensi tidak hanya menjadi tanggung jawab individu, tetapi juga menjadi gerakan bersama untuk memajukan pendidikan madrasah.

Dr. H. Syamsul menyampaikan bahwa jumlah guru madrasah di Sulawesi Barat mencapai 6.231 orang. Jumlah tersebut, menurutnya, merupakan potensi besar yang harus dioptimalkan melalui budaya berbagi pengetahuan dan praktik baik antarguru.
Terkait implementasi Kurikulum Berbasis Cinta, ia menjelaskan terdapat dua hal penting yang harus menjadi perhatian, yakni ketersediaan administrasi dan aspek aktualisasi. KBC, kata dia, tidak cukup hanya tertuang dalam dokumen atau perangkat pembelajaran, tetapi harus benar-benar diwujudkan dalam proses pendidikan sehari-hari.
“Seluruh proses harus berbasis Panca Cinta. Karena itu, guru madrasah harus menjadi pejuang cinta. Cinta harus hadir dalam cara guru mengajar, membimbing, mendidik, berinteraksi, dan memperlakukan peserta didik,” tegasnya

Sementara itu, Kepala MTsN 1 Polewali Mandar, Ismail Saleh, mengatakan implementasi KBC di madrasah yang dipimpinnya telah mulai dilaksanakan sejak semester sebelumnya.
Menurutnya, workshop ini menjadi bekal bagi guru sebelum penerapan KBC dilakukan secara lebih total dan menyeluruh dalam proses pembelajaran.
“Workshop ini adalah cas untuk mempersiapkan guru agar semakin memahami dan siap menerapkan Kurikulum Berbasis Cinta secara total dalam pembelajaran,” kata Ismail Saleh.
Pada kesempatan tersebut, Ismail Saleh juga menyampaikan sejumlah prestasi yang telah diraih murid MTsN 1 Polewali Mandar sepanjang 2026. Di antaranya, dua siswa MTsN 1 Polewali Mandar yang berhasil mewakili Provinsi Sulawesi Barat pada ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat nasional.
Selain itu, sejumlah prestasi juga berhasil ditorehkan siswa dalam bidang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ).

Peserta workshop tidak hanya berasal dari guru MTsN 1 Polewali Mandar tapi juga diikuti perwakilan guru dari madrasah swasta di bawah binaan satker MTsN 1 Polewali Mandar khususnya yang tersebar di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Balanipa, Tinambung, dan Limboro.
Penulis : Mahmuddin Hakim


Post Komentar