Tidak Menarik! Jangan Dibaca
Oleh : Sindi Nabila
semangat mewujudkan cita-cita.
Similir angin sejuk menghembus menyapu sela pori-pori wajah, tepat 6967 hari yang lalu ketika saya menulis ini pada tanggal 10 Oktober 2001, pukul 03:45 bertepatan dengan adzan berkumandang. di sebuah rumah yang dikelilingi pesawahan dengan pemandagan bukit yang disebut bukit patat, terdengar suara tangis bayi baru lahir, bayi imut, lucu dan penuh dengan harapan orangtua.
“Eaaaaa Eaaaaaa Eaaaaa” suara tangis bayi
“Alhamdulillahh” ucap paraji sambil menhela nafas
Ibu dari sang bayi yang menangis bahagia karena telah lahirnya putra pertamanya itu terlihat sangat lemah dan hampir memejamkan mata.
“Entong di bobokeun, tahan tahan, yeuuh eueut hela” ucap paraji yang khawatir
Buuuuuuugg suara pintu terdengar dibuka dari luar
“Asstagfirullah” Kaget paraji yang sedang sibuk membersihkan darah dari si bayi
“Assalammualaikum, alhamdulilah, putra bapak atos lahir kadunia” kata sang ayah dari bayi tersebut
“Adzanan hela pak” ucap ibu dari sang bayi
“Allahhuakbar allahuakbar ……………”
“Bade saha pak Namina ?” tanya ibu sang bayi
“Hmmm saha nya anu sae bu ?”
“Kumaha pami Irfan Maulana ?”
Yaaa Irfan Maulana nama yang memiliki arti Rasa Syukur, Penolong dan dihormati. sangat tepat dengan kepribadian anak tersebut ketika dewasa.
Seiring berjalannya waktu anak itu tumbuh menjadi anak yang baik dengan hobi-hobi yang ia sukai, contohnya ketika berumur 13 tahun dia senang bermain gitar tapi ditentang oleh ayahanda karena keluarga mereka kental dengan aturan agamanya, ada beberapa ulama islam yang beranggapan bahwa bermain musik itu haram, namun ada juga yang beranggapan lain.
Saking inginnya bermain gitar anak remaja itu sampai belajar gitar dengan teman-teman yang mungkin bisa dikatakan “bangor” karena suka nongkrong di pinggir jembatan, tapi ada pepatah mengatakan siapapun bisa menjadi guru, alhasil anak itu belajar gitar sampai mahir. suatu hari dia mengorek uang tabungannya untuk dibelikan gitar tapi diketahui oleh ayahanda dan gitarnyapun dihancurkan. anak yang malang….
selain bermain gitar dia senang bermain keyboard, entah dari mana dia belajar kali ini tapi pada umurnya yang ke-15 dia sudah pandai bermain kibor, tangannya yang lihai dalam menekan setiap tuts keyboard menjadi alunan irama yang indah. saya pikir segala anugrahnya berada di tangannya, ukuran tangan yang besar dengan jari-jari panjang membuatnya menjadi sangat istimewa.
hobi lain yang dimilikinya adalah traveling, menyusuri setiap sudut bumi dengan segala keindahannya, tadabur alam membuatnya lebih bersyukur dilahirkan di bumi, dan bisa lebih intropeksi diri untuk lebih baik lagi dari hari kehari.
selain hobi-hobi diatas dia juga pandai menulis salah satu karya yang di milikinya adalah “sesosok mojang” cerita yang didekasikan untuk wanita pujaan hati. yaaa dia memiliki selera wanita yang bagus, wanita dengan hidung mancung, memiliki lesung pipi, dan senyum yang manis menambah nilai yang dimiliki wanita itu. haruskah saya ceritakan kisah cintanya ? karena sedikti banyaknya saya menjadi saksi bisu dalam kisah mereka.
sore hari sepulang sekolah, -benar kami bersekolah di sekolah yang sama dengan jurusan yang sama dan kelas yang sama, namun berbeda dengan wanita sang pujaan kami hanya satu sekolah- kami merencanakan beberapa hal untuk mengungkapkan isi hati kepada sang pujaan, kami telah menyiapkan video dan doodle art.
Saya yang memperlihatkan videonya dengan dalih bahwa video itu seru hahahhah setelah menonton sang pujaan tiba-tiba pergi, entah apa yang dipikirkannya. tidak sempat pergi jauh langsung di cegah oleh seorang lelaki, berdiri diatas anak tangga di depan ruang perpus dibawah rindang pohon dua orang manusia lelaki dan perempuan, saling mengungkapkan isi hatinya. yang satu menyatakan cinta dan satunya lagi meminta waktu. lebih tepatnya menolak dengan cara yang sedikit halus ?.
kalian benar saya hanya menjadi pemeran pendukung dalam kisah mereka tapi apakah kalian tahu pentingnya seseorang meski hanya menjadi pemeran pendukung? karena pemeran uatam hanya menjadi persepsi tergantung dari sudut pandang mana orang melihat dan memahami. well setiap manusia berhak memiliki kisahnya sendiri, berhak menjadi pemeran utama dalam hidupnya. tergantung dari sudut padang mana kita melihat. bahkan bintang tak akan bersinar tanpa adanya kegelapan.
satu minggu berlalu namun tak kunjung ada kepastian dari sang pujaan, dia pun memutuskan untuk mengikhlaskan dengan berat hari. disela-sela meratapi kesedihannya dia menyibukan diri dengan organisasi dan fokus mendalami bidang pemrograman. banyak organisasi yang diikutinya, mulai dari OSIS, PRAMUKA, Marching band,dan PASKIBRA.
saat ada pemilihan calon ketua OSIS baru dia mencalonkan diri dan bersaing dengan 4 kandidat lainnya, persaingan yang ketat memang. 5 jurusan di sekoalah kami mengirimkan masing-masing 1 kandidat. hari kampanye pun tiba, hari dimana setiap kandidat menyampaikan VISI dan MISI untuk dapat memajukan sekolah menjadi lebih baik.
“selanjutnya kandidat nomor 4, silahkan sampai VISI dan MISI anda dengan cara Stand Up comedi” ucap perwara kampanye
serentak tepuk tangan di ayunkan oleh para audiens
” tes tes Assalammualaikum Wr. Wb. perkenalkan nama saya Irfan Maulana, kandidat nomor 4 perwakilan dari jurusan TKJ. sedikit cerita kemarin saya pulang ke kampung halaman saya di kalibunder, dalam perjalanan pulang saya melihat abang-abang tukang eskrim, teeelolet teeelolet teeelolet”
riakkan tepuk tangan dan tawa dari audiens menggema, termasuk saya yang terlalu exciated tidak peduli panas saya duduk ditengah lapang dengan audiens lain yang satu jurusan.
dia tidak sempat menyampaikan VISI dan MISI hanya sebatas “Telolet” waktu yang disediakan pewara pun habis. tapi siapa sangka ketua OSIS priode 2018/2019 dimenangkan oleh Irfan Maulana dengan raihan suara terbanyak dan disusul oleh Henda Rukmana suara terbanyak kedua. ketua OSIS dan Wakil Ketua OSIS terpilih saling berjabat tangan melontarkan kata “selamat bekerja sama”. Pembina OSIS pak Erwin Hendriyana dan WAKASEK kessiswaan pak Hendra Gunawan mengucapkan selamat. disusul teman-teman satu jurusan and me.
” Ciee irfan selamat yaa paketu” saya ayunkan tangan mengajak bersalaman
” Eh makasih makasih ” sambil menjabat tangan
hanya sebatas itu but i think itu terbaik.
Pencapaiannya semasa sekolah tidak hanya menjadi ketua OSIS saja tapi di jurusan kami dia terpilih sebagai perwakilan untuk mengikuti lomba LKS dan itu menuntut dia untuk fokus belajar dan mengabaikan organisasi serta meninggalkan belajar di kelas. hanya duduk di depan PC berkutat dengan pemrograman setiap harinya.
suatu hari ada event di sekolah kami dan acara itu tidak bisa dikatakan sukses ataupun gagal karena jika gagal acara selesai sampai akhir dan tidak sukses karena tidak semeriah biasanya. setelah acara selesai kami mengadakan rapat untuk koreksi kelangsungan acara bersama pembina dan ketua osis yang sibuk pun di undang.
kami melalukan rapat pada sore hari di bawah pohon besar di pinggir lapang utama dan dibumbui angin berhembus menampar setiap pipi orang yang ada disana.
” Alhamdulillah acara berjalan lancar namun ada beberapa koreksi yang harus bapak katakan kepada semua anggota termasuk ketua.”
” untuk anggota ada beberapa yang tidak kompak ada yang bekerja ada yang berdiam diri di ruang osis, sambil main HP dan ada beberapa yang bapak liat di belakang kelas berduaan sama cewe ”
” siapa di sini yang pacaran ? baik sesama osis ataupun dengan yang bukan osis ? “
Ada beberapa anggota yang mengangkat tangan termasuk ketua osis
” dan untuk ketua osis, saya minta tanggung jawabnya terhadap anggota, bapak mengerti kamu latihan untuk lomba tapi kamu juga memiliki tanggung jawab yang besar di dalam organisasi ini, saya memberikan pilihan lah buat kamu, mau fokus lomba atau menjadi ketua osis ?. kalau kamu fokus lomba serahkan jabatan kamu kepada yang lebih layak dan jika mau melanjutkan jabatan berarti kamu harus siap digantikan. tidak bisa dua-duanya, hidup ini pilihan.” tegas pembina OSIS
mendengar ucapan pembina pun dia menangis, -ya cowok juga bisa menangis-, walaupun ditahan sekuat tenaga air mata itu tetap mengalir membasahi pipi. bingung memilih antara harus melanjutkan organisasi yang sudah dipimpinnya selama ini dan fokus dengan lomba yang menjadi cita-citannya.
“byyyuuuurrrr” satu ember air ditumbahkan di atas kepala sang ketua OSIS
“happy birthday to you happy birthday to you ” bendahara kami membawa satu box kue ulang tahun.
“selamat irfan, maaf kalo bapak terlalu keras tapi ini demi kebaikan bersama” ucap pembina OSIS
“selamat paketu” ucap teman-teman osis
Teruntuk irfan….
Aku hanya sebagian kecil dari ceritamu, kamu tokoh utama dalam ceritaku.
Tidak Bersambung….
Tulisan ini telah tayang di : https://www.kompasiana.com/
Dengan judul : Tidak Menarik! Jangan Dibaca
Penulis : Sindi Nabila
Universitas Nusa Putra Sukabumi Management 20I hiduplah seperti akan mati besok, dengan begitu kamu akan berusaha menjadi lebih baik setiap harinya!


Post Komentar