Sempurna


Oleh : Prasdita Elysia

KESEMPURNAAN?
Sempurna! Kesempurnaan yang mutlak! Berbaliklah untukku sekali lagi.
Model itu berbalik ke arah kamera yang menutupi wajahnya dengan tangannya yang kemudian memberikan senyum paling menawan. Angin berhembus melalui jendela yang terbuka di studio, angin itu sedikit bertiup melalui rambutnya saat kamera menutup. Foto itu nantinya akan mengisi salah satu halaman media sosial dan majalah pemodelan teratas. Tapi tidak ada yang tahu apa yang terjadi di balik layar mengenai foto itu nantinya.
Model yang bukan hanya berparas wajah cantik di laman utama majalah ini ialah Anna. Anna berusia dua puluh tiga tahun, seorang mahasiswa paruh waktu yang belajar filsafat. Tentu saja ketika dia pergi ke agen model untuk wawancara, tidak ada dari mereka yang bertanya apa yang dia pelajari untuk menempuh pendidikannya. Mereka hanya ingin memastikan dia memiliki penampilan yang baik. Sejak Anna lahir orang akan selalu berkomentar betapa cantiknya dia, bahkan orang tuanya pun sama seperti itu.
“Oh, lihat alis matanya, itu terlihat sangat indah dan memiliki bentuk yang bagus, tidak terlalu tebal atau terlalu tipis”.
“Bulu matanya sangat lentik dan panjang, dia sungguh cantik”.
Ketika dia semakin dewasa dan semakin banyak orang yang mengenal dirinya, pujian yang datang kepadanya pun sangat banyak dan tidak sedikit yang berlebihan.
“Proposi tubuhnya sangat sempurna, bahkan dia tidak harus melakukan diet lagi bukan?”  
“Matanya sangat indah dan berbentuk bulat sempurna, oh! tatapannya saja dapat membunuhku, akan banyak sekali orang-orang yang takluk hanya dengan melihat tatapannya”.
Bahkan orang tuanya mulai mendukung, dengan memperhatikan putri mereka hanya untuk penampilan putrinya di hadapan banyak orang. Orang-orang terus-menerus memuji bagaimana dia terlihat dari luarnya saja dan betapa sempurnanya dia, tetapi tidak pernah ada yang melihat dia  pada kualitasnya dan seberapa pintar dia atau seberapa baik dirinya.
Ketika dia menjalin hubungan, kekasihnya mengenal dia hanya karena penampilannya yang sangat sempurna. Penampilannya terus menerus dipuji dan betapa cantiknya dia serta sempurnanya dia. Terkadang dia  diajak ke perkumpulan hanya untuk dikenalkan saja. Tidak ada yang pernah benar-benar mencintainya dari lubuk hati yang tulus, semua hanya karena penampilannya saja.
Fotografer selalu ingin melihatnya, orang-orang selalu ingin menjadi dirinya, dan dunia selalu menuntut dia untuk berpenampilan yang bagus dan bukan menjadi dia yang sebenarnya.
Tidak ada yang tahu bahwa untuk dipilih sebagai model pemotretan, dia harus tidak makan selama hampir dua minggu, dia hanya bertahan hidup dengan air dan beberapa almond panggang dan kacang setiap beberapa hari.
Dia kehilangan hampir 7 kilogram berat badannya walaupun dia sudah 48 kilogram.
Tidak ada yang tahu semua kunjungannya ke rumah sakit hanya untuk malnutrisi dan dehidrasi yang seringkali dia alami.
Tapi dibalik itu semua, baik penampilan dari senyumannya sangat sempurna, wajahnya yang sangat sempurna dan dia sangat sempurna.
Ketika pemotretan usai  dan kamera sudah dimatikan, Anna ditinggalkan sendirian tanpa cinta dan perhatian sedikitpun, ya.. dia sendirian.
Karena pada akhirnya tidak ada yang sempurna dan semua orang membutuhkan sesuatu yang lebih tulus dan nyata.


Tulisan ini telah tayang di : https://www.kompasiana.com/
Dengan judul : Cerpen: Sempurna

Penulis : Prasdita Elysia

Stumble Guys

0

Post Komentar

Gulir ke Atas