Tanamkan Kepedulian Lingkungan, MTsN 1 Polewali Mandar Hadirkan Program Ekoteologi pada MATAMUDA 2026/2027

Tinambung (Humas) – MTsN 1 Polewali Mandar menghadirkan inovasi baru dalam pelaksanaan Masa Ta’aruf Murid Madrasah (MATAMUDA) Tahun Pelajaran 2026/2027 melalui Program Ekoteologi yang diwujudkan dalam aksi bersih lingkungan. Kegiatan yang berlangsung pada Rabu (15/7/2026) pukul 07.00–11.00 WITA ini menjadi agenda hari ketiga MATAMUDA sekaligus sarana pembentukan karakter peserta didik baru.

Aksi bersih lingkungan dilaksanakan di dua lokasi, yakni Boyang Kayyang Buttu Cipping (Taman Budaya dan Museum Provinsi Sulawesi Barat) dan Masjid Besar Al-Hurriyyah Tinambung, Kecamatan Tinambung. Sebanyak 238 murid baru bersama 76 tenaga pendidik dan tenaga kependidikan mengikuti kegiatan tersebut. Para murid dibagi ke dalam sembilan kelompok, terdiri atas enam kelompok di Boyang Kayyang Buttu Cipping dan tiga kelompok di Masjid Besar Al-Hurriyyah Tinambung, dengan masing-masing kelompok beranggotakan sekitar 26–27 murid. Pembagian ini dilakukan agar kegiatan berlangsung lebih efektif dan seluruh area dapat dibersihkan secara optimal.

Pelaksanaan Program Ekoteologi turut dipantau melalui Zoom Meeting Terpadu bersama Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Barat yang dipusatkan di Pantai Bajoe, Polewali Mandar. Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Provinsi Sulawesi Barat, Plt. Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Polewali Mandar, Kepala Seksi Pendidikan Madrasah, seluruh pengawas madrasah Kemenag Polewali Mandar, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kabupaten Polewali Mandar, serta seluruh satuan kerja RA, MI, MTs, dan MA se-Kabupaten Polewali Mandar.

Di lokasi kegiatan, peserta juga memperoleh edukasi langsung dari Rahmatia, Kepala Bidang Pengelolaan Limbah dan Pengendalian Pencemaran Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kabupaten Polewali Mandar, mengenai pentingnya pengelolaan sampah sebagai bagian dari upaya menjaga kelestarian lingkungan.

“Sampah harus dipilah menjadi organik dan anorganik. Sampah organik dapat diolah menjadi kompos atau ditanam kembali, sedangkan sampah anorganik bisa dikumpulkan untuk didaur ulang atau dijual. Hindari membakar sampah karena dapat mencemari lingkungan dan menimbulkan polusi udara,” ujar Rahmatia.

Kepala MTsN 1 Polewali Mandar, Ismail Saleh, mengatakan bahwa Program Ekoteologi menjadi inovasi baru dalam pelaksanaan MATAMUDA tahun ini.

“Program Ekoteologi menjadi inovasi baru dalam MATAMUDA tahun ini agar murid baru memahami sejak awal bahwa menjaga lingkungan merupakan bagian dari pengamalan ajaran agama,” ujar Ismail Saleh.

Melalui Program Ekoteologi, MTsN 1 Polewali Mandar menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pendidikan yang tidak hanya menguatkan akademik dan akhlak, tetapi juga membentuk generasi yang peduli terhadap lingkungan. Diharapkan nilai-nilai tersebut menjadi budaya positif yang terus tumbuh di lingkungan madrasah maupun dalam kehidupan bermasyarakat.

Penulis: Syarifuddin

+3

Post Komentar

Gulir ke Atas