Keistimewaan dan Amaliah Bulan rajab Oleh mahmuddin Hakim

  1. Membaca Doa Rajab

اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْ رَجَبَ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ

Artinya : “Ya Allah, berkahilah kami pada bulan Rajab dan bulan Sya’ban dan pertemukanlah kami dengan bulan Ramadhan.”

شَهْرُ رَجَب شَهْرُ الزَّرْعِ، وَشَهْرُ شَعْبَانَ شَهْرُ سُقْيِ الزَّرْعِ، وَشَهْرُ رَمَضَانَ شَهْرُ حَصَادِ الزَّرْعِ

“Bulan Rajab adalah bulan menanam, bulan Sya’ban adalah bulan menyirami tanaman dan bulan Ramadhan adalah bulan memanen tanaman.”

  • Puasa Sunnah

قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ (صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ): (( إِنَّ شَهْرَ رَجَبٍ شَهْرٌ عَظِيمٌ، مَنْ صَامَ  فيه  يَوْمًا  جزي لَهُ  أَلْفِ حسَنَةٍ، وَمَنْ صَامَ مِنْهُ يَوْمَيْنِ جزي لَهُ  أَلْفَيْ حسَنَةٍ ، وَمَنْ صَامَ مِنْهُ ثَلاثَةَ أَيَّامٍ  جزي لَهُ ثَلاثَةُ آلافِ حسَنَةٍ ، وَمَنْ صَامَ مِنْ رَجَبٍ سَبْعَةَ أَيَّامٍ أُغْلِقَتْ عَنْهُ أَبْوَابَ جَهَنَّمَ، وَمَنْ صَامَ منه خمسة عشرة يَوْمًا بُدِّلَتْ سَيِّئَاتُهُ حَسَنَاتٍ وَنَادَي مُنَادٍ مِنَ السَّمَاءِ: قَدْ غُفِرَ لَكَ فَاسْتَأْنِفِ الْعَمَلَ، وَمَنْ زَادَ زَادَهُ اللَّهُ عَزَّ وجل

من صام  السابع والعشرين من رجب كتب الله له صيام ستين شهراً.

عَنْ أَنَسٍ (رضي الله عنه) يَرْفَعهُ: « إنَّ فِي الْجَنَّةِ نَهْرًا يُقَالُ لَهُ: رَجَبٌ، أَشَدُّ بَيَاضًا مِنْ اللَّبَنِ، وَأَحْلَى مِنْ الْعَسَلِ، مَنْ صَامَ مِنْ رَجَبٍ يَوْمًا سَقَاهُ اللَّهُ مِنْ ذَلِكَ النَّهْرِ

Waktu Puasa Rajab

Sebagai saran, baiknya puasa Rajab dilakukan dengan bertepatan pada hari-hari utama dalam bulan Rajab. Seperti pada ayyâmul bîdh (tanggal 13, 14, dan 15), hari Senin, Kamis, dan Jumat. Puasa Rajab juga bisa dilaksanakan dengan satu hari berpuasa dan satu hari tidak. 

 Niat Puasa Rajab

 Berikut adalah lafal niatnya: 

  نَوَيْتُ صَوْمَ شَهْرِ رَجَبَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى  

Artinya: Aku berniat puasa Rajab, sunah karena Allah ta‘âlâ.  

Hanya saja, karena puasa Rajab merupakan puasa sunah, maka bagi orang yang lupa niat pada malam hari, boleh niat siang harinya, yakni dari pagi hari sampai sebelum tergelincirnya matahari (waktu zuhur), selagi belum melakukan hal-hal yang dapat membatalkan puasa.

  1. Isra mi,raj

Dalam Surat Al Isra ayat 1 dijelaskan tentang peristiwa isra atau perjalanan suci Nabi Muhammad SAW pada malam hari bersama malaikat Jibril dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa di Palestina.

Sedangkan peristiwa Mi’raj atau dinaikkannya Nabi Muhammad SAW ke Sidratil Muntaha atau langit ketujuh dijelaskan dalam Surat An Najam (Bintang) ayat 13-18. Allah SWT berfirman dalam Al Quran, Surat Al Isra ayat 1:

 سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ

Artinya: Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al-Masjidil Haram ke Al-Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda kebesaran Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat. (QS. Al Isra:1).

  • Semakin beriman…..Abu bakar assiddiq…
  • Kufur….

Dibedah Dadanya…CERITA TAU POSURUGANG

Abu Hurairah meriwayatkan bahwa saat menjalani Isra Mi’raj, Nabi Muhammad SAW menemui sejumlah golongan manusia yang akan dihadapi kelak dalam dakwahnya.

Berikut 13 golongan manusia yang ditemui Nabi Muhammad SAW saat Isra Mi’raj:

1. Orang yang Berjihad di Jalan Allah Nabi SAW melihat suatu kaum yang bercocok tanam dalam waktu satu hari, kemudian menuainya di hari yang lain. Setiap kali mereka me­nuainya, maka tanaman mereka kembali seperti sediakala. Lalu Nabi SAW bertanya, “Hai Jibril, siapakah orang ini?” Malaikat Jibril menjawab: Mereka adalah orang-orang yang berjihad di jalan Allah. Amal kebaikan mereka dilipatgandakan menjadi tujuh ratus kali lipat, dan segala sesuatu yang mereka belanjakan Allah mengganti-nya.Allah adalah sebaik-baik pemberi rezeki.

  لا تَحقِرَنَّ مِنَ المَعْرُوف شَيْئًا، وَلَو أنْ تَلقَى أخَاكَ بوجهٍ طليق     

 ومن أصبح ينوى نصرة المظلوم وقضاء حاجة المسلم كانت له كأجر حجة مبرورة

Artinya: Siapa saja yang berpagi hari denga berniat membela orang terzalimi dan memenuhi hajat umat Islam, niscaya ia beroleh pahala sebesar pahala haji mabrur

عُرِضَتْ عَلَيَّ أعْمالُ أُمَّتي حَسَنُها وسَيِّئُها، فَوَجَدْتُ في مَحاسِنِ أعْمالِها الأذَى يُماطُ عَنِ الطَّرِيقِ، ووَجَدْتُ في مَساوِي أعْمالِها النُّخاعَةَ تَكُونُ في المَسْجِدِ، لا تُدْفَنُ

Rasulullah SAW pernah bersabda :

عش ما شعت فانك ميت وحبب ما شعت فانك مفارقه واعمل ما شعت فانك مجزي به     

الموت باب وكل الناس داخلها   

يا رسول الله من من اكيس الناس فقال اكشرهم ذكرا للموت واثدهم استعدادا له

 2. Orang-Orang yang Malas Sholat Nabi Muhammad SAW melihat suatu kaum yang kepala mereka dipecahkan oleh batu-batu besar. Setiap kali kepala mereka hancur, maka akan kembali seperti semula. Hal itu dilakukan terhadap mereka tanpa henti-hentinya: Nabi SAW lalu bertanya kepada Malaikat Jibril yang mengiringinya.  “Hai Jibril, siapakah mereka itu?” Malaikat jibril menjawab: Mereka adalah orang-orang yang berat kepala (malas) dalam mengerjakan shalat wajib atau fardu. 

3. Orang yang Tidak Menunaikan Zakat Nabi SAW menjumpai suatu kaum yang di bagian muka mereka terdapat tandanya, mereka digiring bagaikan unta dan binatang ternak. Mereka makan pohon berduri, pohon Zaqqum, dan batu-batu neraka Jahannam.  Nabi SAW bertanya, “Hai Jibril, siapakah manusia itu?” Jibril menjawab: Mereka adalah orang-orang yang tidak menunaikan zakat harta bendanya. Allah sama sekali tidak menganiaya mereka barang sedikitpun. Dan tiadalah Allah berbuat aniaya terhadap hamba-hamba-Nya.

4. Orang-Orang yang Suka Zina dan Selingkuh Kemudian sampailah Nabi SAW ke tempat suatu kaum yang di depannya mereka terdapat daging masak yang ada di dalam kuali, sedangkan di dalam kuali yang lain terdapat daging mentah yang buruk.Tetapi mereka memakan daging mentah yang buruk itu dan membiarkan daging masak yang baik. Nabi SAW bertanya, “Hai Jibril, siapakah mereka itu?”  Malaikat jibril menjawab: Lelaki ini adalah seorang dari kalangan umatmu yang mempu­nyai seorang istri yang halal lagi baik, tetapi ia mendatangi wanita lain yang buruk lalu ia tidur bersamanya hingga pagi hari. Dan (dia adalah) seorang wanita yang mempunyai suami yang halal lagi baik tetapi ia mendatangi lelaki lain yang buruk lalu tidur bersamanya hingga pagi hari.

5. Orang yang Suka Duduk di Pinggir Jalan Di suatu tempat yang ada kayunya di tengah jalannya tiada seorang pun yang melaluinya melainkan bajunya pasti ro­bek, dan tiada sesuatu pun yang melewatinya melainkan pasti menusuk­nya. Nabi SAW bertanya, “Hai Jibril, apakah ini?” Malaikat Jibril menjawab: Ini adalah perumpamaan sejumlah orang dari kalangan umat­mu yang suka duduk di pinggir jalan, lalu mereka menghalang-halangi (manusia dari)nya (jalan Allah). Kemudian Jibril membacakan firman-Nya: Dan janganlah kalian duduk di tiap-tiap jalan dengan menakut-nakuti dan menghalang-halangi orang yang beriman. (Al-A’raf: 86), hingga akhir ayat.

6. Orang yang Tidak Menyampaikan Amanat Nabi SAW melihat seorang lelaki yang telah me­ngumpulkan setumpuk besar barang yang tidak mampu diangkatnya, se­dangkan dia terus menambahinya. Maka Nabi Saw. bertanya, “Hai Jibril, apakah ini?”  Malaikat Jibril menjawab: Dia adalah seorang lelaki dari kalangan umatmu yang mempu­nyai banyak amanat orang lain yang tidak mampu ditunaikannya sedangkan dia ingin membawanya. 

7. Tukang Fitnah Nabi SAW melihat di suatu tempat kaum yang lisan dan bi­bir mereka dipotong dengan gunting (catut) besi, setiap kali telah digunting, maka lidah itu akan kembali seperti sediakala. Hal itu dilakukan terhadap mereka tanpa henti-hentinya.  Nabi SAW bertanya, “Apakah ini, hai Jibril?” Malaikat Jibril menjawab: Mereka adalah ahli khotbah tukang fitnah.

8. Orang yang Sombong Nabi SAW melihat suatu tempat yang ada batu kecilnya, yang darinya keluar seekor sapi jantan yang besar. Lalu sapi jantan itu bermak­sud kembali ke tempat ia keluar, tetapi ia tidak mampu. Nabi Saw. berta­nya, “Hai Jibril, apakah ini?” Malaikat jibril menjawab: Ini (perumpamaan) seorang lelaki yang mengucapkan kata-kata besar, kemudian menyesalinya, tetapi ia tidak mampu mencabut kata-katanya itu.

9. Orang yang Suka Menggunjing dan Mengumpat Dari Anas yang mengatakan bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda mengemukakan hadis berikut, yaitu: Ketika saya dinaikkan menghadap kepada Tuhanku, saya bersua dengan suatu kaum yang memiliki kuku tembaga, mereka mencakari muka dan dada mereka dengan kuku tembaga itu. Maka saya bertanya, “Hai Jibril, siapakah mereka itu? ” Jibril menjawab, “Mereka adalah orang-orang yang suka memakan daging manusia (mengumpat orang lain) dan mempergunjingkan kehormatan mereka.”

10. Orang yang Suka Mengerjakan Perbuatan Haram Nabi SAW meli­hat banyak piring besar yang padanya terdapat daging segar yang telah dipotong-potong, tetapi tidak ada seorang manusia pun yang mendekatinya. Dan tiba-tiba saya melihat banyak piring besar yang padanya terdapat daging yang sudah basi dan berbau busuk, ternyata banyak orang yang memakannya. Saya bertanya, “Hai Jibril, siapakah mereka itu ?” Jibril menjawab, “Mereka adalah orang-orang dari kalangan umatmu yang suka mengerjakan hal yang haram dan meninggalkan hal yang dihalalkan.”

11. Pemakan Harta Anak Yatim Nabi SAW melihat banyak kaum yang memiliki bibir seperti bibir unta. Lalu dibukakan mulut mereka, dan bara api itu dimasukkan ke dalam mulut mereka bingga keluar dari lubang bawah mereka. Saya dengar mereka menjerit meminta tolong kepada Allah SWT.  Lalu saya bertanya, “Hai Jibril, siapakah orang-orang itu?” Jibril menjawab bahwa mereka adalah sebagian orang dari kalangan umatku yang disebutkan oleh firman-Nya: Sesungguhnya orang-orang yang memakan harta anak yatim secara aniaya, sebenarnya mereka itu menelan api sepenuh perutnya dan mereka akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka). (An-Nisa: 10) 

12. Pemakan Harta Riba Nabi Muhammad SAW meli­hat banyak kaum yang perut mereka sebesar-besar rumah, setiap kali seseorang dari mereka hendak bangkit. Mereka merintih meminta tolong kepada Allah.  Nabi SAW lalu bertanya, “Hai Jibril, siapakah mereka itu?” Jibril menjawab bahwa mereka adalah sego­longan dari umatmu yang disebutkan oleh firman-Nya: Orang-orang memakan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan setan lan­taran (tekanan) penyakit gila. (Al-Baqarah: 275) 

13. Orang yang Suka Mencela Nabi SAW melihat banyak kaum yang daging lambung mereka dipotongi, lalu mereka mema­kannya, seraya dikatakan, “Makanlah olehmu daging ini sebagaimana kamu pernah memakan daging saudaramu!” Saya bertanya, “Hai Jibril, siapakah mereka itu?” Jibril menjawab, “Mereka adalah orang-orang yang suka mengumpat dan mencela dari kalangan umatmu.”

  1. Bersedeqah

 عن عبد الله بن زبير رضى الله عنهما عن النبي صلى الله عليه وسلم أنه قال: من فرج عن مؤمن كربة فى شهر رجب وهو شهر الله الأصم, أعطاه الله تعالى فى الفردوس قصرا مد بصره ألا فأكرموا رجب يكرمكم الله عزوجل بألف كرامة

 Artinya: Barang siapa yang melonggarkan satu beban kehidupan sesama saudara mukmin di bulan Rajab, Allah akan membangunkan istana untuknya di surga Firdaus yang luasnya sejauh pandangan matanya. Karena itu, muliakanlah bulan Rajab, pasti Allah akan memuliakanmu dengan seribu kemuliaan.

Begitu juga pelipat gandaan dalam sedekah di bulan Rajab, Rasulullah SAW bersabda:

  عن عقبة عن سلامة بن قيس يرفعه الى النبى صلى الله عليه وسلم انه قال: من تصدق فى رجب باعده الله من النار كمقدار غراب طار فرخا من وكره فى الهوى حتى مات هرما. وقيل الغراب يعيش خمسمائة عام 

Artinya: Barang siapa bersedekan di bulan Rajab, maka Allah akan menjauhkannya dari api neraka sejauh jarak tempuh burung gagak yang terbang bebas dari sarangnya hingga mati karena tua. Menurut sebagian pendapat, umur burung gagak mencapai lima ratus tahun.

KISAH ABDULAH BIN MUBARAK

Walli…

Tappana  di kota kufah..

دخل الكوفة وهو قاصد الحج فراى امراة تنتف بطة على مزبلة

Melihat kejadian itu,Abdullah bin mubarak lalu mendekati perempuan itu sambil bertanya :

E..towaine

هل هذه ميتة او مذبوهة

قالت: ميتة

قال: ان الله  قد حرم الميتة

P  : Betul memang wahai tuan..Bangkai ini haram buat tuan tapi bagi kami sekeluarga halal..

A : Apa anna dian bassa itin paummuo

P : iyau die tokasiasi sannalla…

A :

Jari…andan jari dai dimakkah karena pada saat yang bersamaan dia mendapati ada orang yang kelaparan orang yang sangat membutuhkan makanan

Begitu selesai musim haji…maka sebagaimana biasanya orang yang baru datang..masing masing mereka ini menceritakan pengalamannya waktu berada ditanah suci mekkah

Abdullah bin mubarak yang mendengarkan cerita ini heran :

فقال لهم لا ادري ماتقولون وانا ما حججت في هذه السنة

يا عبد الله ان الله قد قبل صدقتك وبعث ملكا على صورتك فحخ عنك

4. Memperbanyak Dzikir

  • Bacaan setelah subuh/pagi dan magrib sebanyak 70 kali)

رب اغْفِرْ لِيْ وَارْحَمْنِيْ وَتُبْ عَلَيَّ

5. Membaca Istigfar

Bacaan Sayyidul Istighfar sebanyak 3 kali di waktu pagi dan malam

اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ. أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ. أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ. وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ. فَاغْفِرْ لِيْ فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلَّا أَنْتَ

مَنْ قَالَهَا مِنَ النَّهَارِ مُوْقِنًا بِهَا ، فَمَـاتَ مِنْ يوْمِهِ قَبْل أَنْ يُمْسِيَ ، فَهُو مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ ، وَمَنْ قَالَهَا مِنَ اللَّيْلِ وَهُوَ مُوْقِنٌ بِهَا فَمَاتَ قَبْلَ أَنْ يُصْبِحَ ، فَهُوَ مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ

Membaca

فَائِدَةٌ لِإِبْقَاءِ الدُّرَيْهِمَاتِ فِيْ جَمِيْعِ السَّنَةِ الْإِتْيَانُ بِهَذَا الذِّكْرِ خَمْس وثلاثيْن مرّة فِيْ آخِرِ جُمُعَةٍ مِنْ رَجَبَ حَالَ الْخُطْبَةِ الثَّانِيَةِ، وَهُوَ أَحْمَدُ رَسُوْلُ اللهِ مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ الله، وَقَدْ جَرَّبَهُ الْكَثِيْرُ وَصَحَّ عِنْدَهُمْ  “

Faidah. Agar uang tak kunjung habis di sepanjang tahun (dianjurkan) membaca amalan ini sebanyak 35 kali di akhir Jumat bulan Rajab saat khutbah kedua, yaitu ‘Ahmad Rasûlullâh Muhammad Rasûlullâh’. Amalan ini telah dicoba oleh banyak orang dan terbukti berhasil.”

  • Bacaan setelah subuh pagi dan Sudah Magrib sebanyak 70  kali)

رب اغْفِرْ لِيْ وَارْحَمْنِيْ وَتُبْ عَلَيَّ

  • Membaca Istigfar

Bacaan Sayyidul Istighfar sebanyak 3  kali di waktu pagi dan malam

اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ. أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ. أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ. وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ. فَاغْفِرْ لِيْ فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلَّا أَنْتَ

0

Post Komentar

Gulir ke Atas