Hari Kedua Pemaparan, Lima Calon Agen Perubahan MTsN 1 Polewali Mandar Tampilkan Gagasan Unggulan

Tinambung (Humas) — Sebanyak  lima calon agen perubahan MTsN 1 Polewali Mandar memaparkan program kerja unggulan mereka di hadapan tim penilai pada hari kedua, Kamis, 15 Mei 2025.

Sebelumnya pada Rabu kemarin, tujuh agen perubahan telah lebih awal menyampaikan programnya.

Kelima kandidat tersebut menyampaikan visi, misi, serta rencana aksi yang akan mereka jalankan jika terpilih sebagai agen perubahan.

Masing-masing mereka mengangkat tema yang beragam namun saling melengkapi, mulai dari penguatan literasi, digitalisasi madrasah, hingga pengembangan karakter peserta didik.

Kepala Tata Usaha MTsN 1 Polewali Mandar, Nasri, yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Penilai Calon Agen Perubahan, menyampaikan harapannya agar para calon agen perubahan mampu menjadi panutan atau role model di lingkungan madrasah.

Tim penilai

Berikut nama dan judul proposal mereka yang tampil pada hari kedua:

1. Rustan – “Menyalakan Cahaya Literasi Peserta Didik Melalui Budaya Membaca” Sebuah inisiatif untuk membangun minat baca siswa sebagai fondasi kecakapan literasi.

2. Nitsmira Ulfa – “Gerakan Budaya Kerja” Program yang menitikberatkan pada pembentukan etos kerja dan profesionalisme warga madrasah.

3. Saharuddin – “SAPA DIGITAL (Sesi Pendampingan Digital Guru Madrasah)” Inisiatif yang berfokus pada peningkatan literasi digital bagi guru melalui pendampingan teknis.

4. Rahmatia – “Pengembangan Budaya Madrasah yang Unggul dan Berkarakter” Gagasan penguatan identitas madrasah melalui nilai-nilai keunggulan dan karakter Islami.

5. Sahapia – “Pemberantasan Buta Aksara Alquran Melalui Pembelajaran Ulang Metode Iqra” Program bertajuk GEMBAKA (Gerakan Memberantas Buta Aksara Alquran) yang menyasar peserta didik yang belum lancar membaca Alquran.

Calon AP sementera presentasi

Salah satu calon agen perubahan, saharuddin, menyampaikan motivasi kuatnya untuk mendaftar sebagai bentuk panggilan moral.

“Saya merasa terpanggil untuk memberikan kontribusi nyata demi kemajuan madrasah. Ini bukan sekadar program kerja, tetapi bentuk pengabdian,” ungkapnya memulai presentasinya.

Penulis : Mahmuddin Hakim

Foto : Zulfahmi

+2

Post Komentar

Gulir ke Atas