Kakanwil Kemenag Sulbar Periode 2005-2011 Boyong 30 Kepala Madrasah Studi Tiru ke MTsN 1 Polman

Tinambung (Humas) — Sebanyak 30 kepala madrasah baik kepala RA, MI, MTs, dan MA di bawah naungan Yayasan Al-Chaeriyah Mamuju melakukan studi tiru di MTsN 1 Polewali Mandar, Kamis, 24 September 2026.

Rombongan dipimpin Pembina Yayasan Al-Chaeriyah Mamuju, Dr. KH. Sahabuddin Kasim, didampingi Sekretaris Yayasan Fahrurrozi.

Mereka tiba di MTsN 1 Polman tepat jam 09.35 dan langsung dijemput kepala madrasah Ismail Saleh dan warga madrasah lainnya.

Saat rombongan baru datang

Kunjungan tersebut menjadi momentum silaturahmi sekaligus untuk melihat secara langsung pengelolaan, program, serta berbagai inovasi yang dikembangkan MTsN 1 Polewali Mandar.

Dalam sambutannya, Sahabuddin Kasim yang pernah menjabat sebagai Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Barat periode 2005–2011 tersebut mengatakan bahwa kunjungan tersebut sengaja dilakukan sebagai bagian dari upaya membangun silaturahmi sekaligus belajar dari pengelolaan madrasah negeri.

Menurutnya, madrasah negeri memiliki pengalaman dan sistem pengelolaan yang dapat menjadi referensi bagi madrasah di bawah naungan yayasan. Karena itu, pihaknya memilih MTsN 1 Polewali Mandar sebagai salah satu tujuan studi tiru.

“Saya sangat bangga sekaligus terharu melihat perkembangan MTsN 1 Polewali Mandar saat ini” Ungkapnya

Saat sambutan

Ia menilai perkembangan madrasah tidak terlepas dari kerja keras seluruh unsur madrasah dalam menjalankan program dan memberikan pelayanan pendidikan kepada peserta didik.

Sementara itu, Sekretaris Yayasan Al-Chaeriyah Mamuju, Fahrurrozi, menyampaikan terima kasih kepada keluarga besar MTsN 1 Polewali Mandar atas sambutan dan penerimaan yang diberikan kepada rombongan.

“Mudah-mudahan melalui kunjungan ini kami mendapatkan banyak hal yang dapat diterapkan dan dikembangkan di madrasah kami,” ujarnya.

Peserta studi tiru

Kepala MTsN 1 Polewali Mandar, Ismail Saleh, menyambut baik kunjungan tersebut. Ia menyampaikan terima kasih kepada Yayasan Al-Chaeriyah Mamuju yang telah memilih MTsN 1 Polewali Mandar sebagai lokasi studi tiru.

Dalam kesempatan tersebut, Ismail Saleh memberikan gambaran mengenai sejumlah program yang dilaksanakan di MTsN 1 Polewali Mandar, termasuk program pembinaan peserta didik, pengembangan kompetensi guru, penguatan keagamaan, digitalisasi, serta berbagai program inovasi madrasah.

Ia juga memaparkan sejumlah prestasi yang telah diraih MTsN 1 Polewali Mandar khususnya pada tahun 2026, baik pada tingkat kabupaten, provinsi maupun nasional.

Tukar cindera mata

Menurut Ismail, keberhasilan dalam mengelola madrasah tidak hanya ditentukan oleh satu orang, tetapi merupakan hasil kerja bersama seluruh unsur madrasah.

“Menurut saya, kunci kesuksesan dalam kepemimpinan adalah bekerja sesuai tugas pokok dan fungsi, transparan dalam pengelolaan, serta membangun kolaborasi dengan seluruh pihak,” jelasnya.

Foto bersama

Ia berharap kunjungan tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan studi tiru semata, tetapi dapat menjadi ruang berbagi pengalaman dan membangun jejaring kerja sama antarmadrasah.

“Kita bisa saling belajar. Apa yang baik di MTsN 1 Polman bisa menjadi inspirasi bagi madrasah Yayasan Al-Chaeriyah, begitu pula sebaliknya,” tambahnya.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan dialog dan diskusi antara rombongan Yayasan Al-Chaeriyah Mamuju dengan jajaran pimpinan MTsN 1 Polewali Mandar.

Pengurus OSIM saat menjemput

Penulis : Mahmuddin Hakim

+6

Post Komentar

Gulir ke Atas