Tokoh Mandar Prof. Ahmad M. Sewang Hadir di MTsN 1 Polman, Bagikan Inspirasi Keilmuan

Tinambung (Humas) — Tokoh Mandar yang dikenal luas atas kiprahnya dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan pendidikan, Prof. Dr. Ahmad M. Sewang, mengunjungi MTsN 1 Polewali Mandar, Selasa (6/10/2026).

Kunjungan tersebut menjadi momentum bagi warga madrasah untuk belajar dan berdiskusi langsung dengan salah satu tokoh intelektual asal Mandar tersebut.

Sementara menyampaikan materinya

Dalam kegiatan yang dimoderatori oleh tokoh literasi Muhammad Ridwan Alimuddin, Prof. Ahmad M. Sewang menyampaikan sejumlah pemikiran mengenai pentingnya semangat belajar, keseimbangan hidup, serta keterbukaan dalam menyikapi perbedaan.

Di hadapan peserta, ia menekankan bahwa seorang murid harus memiliki tekad yang baik untuk belajar. Menurutnya, kemauan dan kesungguhan menjadi modal penting dalam proses menuntut ilmu.

Direktur Program PascaSarjana UIN Alauddin Makassar tahun 2003 – 2007 dan 2007 – 2011 itu juga menjelaskan pentingnya ajaran keseimbangan dalam kehidupan, yakni keseimbangan antara kepentingan dunia dan akhirat. Dalam kehidupan sehari-hari, manusia juga perlu menghindari sikap berlebihan.

“Makan dan minum tidak boleh berlebihan. Demikian pula dalam mencintai dan membenci, sebaiknya tidak dilakukan secara berlebihan,” ujarnya.

Peserta diskusi

Terkait perbedaan pendapat, Prof. Ahmad mengingatkan bahwa perbedaan merupakan bagian dari sunnatullah yang tidak mungkin dihindari dalam kehidupan manusia. Ia mengutip pandangan Syekh Yusuf al-Qaradawi bahwa perbedaan merupakan hukum Tuhan atau sunnatullah.

Menurutnya, apabila semua manusia harus memiliki satu pendapat, hal tersebut justru bertentangan dengan realitas kehidupan.

” Karena itu, perbedaan harus disikapi secara dewasa dan menjadi bagian dari proses pengembangan ilmu pengetahuan” Ungkapnya.

Prof. Ahmad juga mengajak para guru dan siswa untuk tidak takut terhadap kritik. Menurutnya, keterbukaan terhadap kritik dan perbedaan pandangan sangat penting dalam membangun tradisi keilmuan.

“Jangan takut kritik. Kita harus terbuka dan jangan ada apriori. Dengan begitu, ilmu pengetahuan akan berkembang,” pesannya.

Penanya dari guru

Dalam kesempatan tersebut, ia turut mengapresiasi perkembangan MTsN 1 Polewali Mandar yang dinilainya menunjukkan kemajuan yang sangat pesat.

Ia bahkan secara khusus menyampaikan apresiasinya kepada Kepala MTsN 1 Polewali Mandar, Ismail Saleh, atas perkembangan madrasah tersebut.

“Salam sama Kepala Madrasah Ismail Saleh. Kasih tahu, saya suka siswanya karena aktif bertanya dan kritis,” ungkapnya.

Penanya dari siswa

Sementara itu, Wakil Kepala Madrasah Bidang Humas dan Keagamaan MTsN 1 Polman Mahmuddin Hakim menyampaikan rasa terima kasih atas kunjungan Prof. Ahmad M. Sewang.

“Merupakan sebuah kehormatan dan kebahagiaan yang luar biasa bagi kami karena mendapatkan kesempatan berharga untuk bertemu, bersilaturahmi, dan belajar langsung dari seorang tokoh yang telah mengabdikan sebagian besar hidupnya untuk ilmu dan pendidikan,” ujarnya.

Mahmuddin saat sambutan

Mahmuddin mengatakan, MTsN 1 Polewali Mandar menyadari bahwa madrasah tersebut masih terus berbenah dan belajar untuk menjadi lebih baik. Karena itu, kehadiran Prof. Ahmad menjadi kesempatan berharga untuk memperoleh wawasan, nasihat, dan pencerahan.

Tidak hanya berbagi ilmu dan pengalaman, Prof. Ahmad M. Sewang juga membagikan buku terbarunya yang berjudul Menemani Satu Episode Perjalanan: Sahabat dan Guruku Husni Jamaluddin secara gratis kepada pihak MTsN 1 Polewali Mandar serta kepada 12 peserta diskusi, khususnya mereka yang aktif mengajukan pertanyaan selama kegiatan berlangsung.

Saat membagikan bukunya kepada penanya

Penulis : Mahmudin Hakim

+5

Post Komentar

Gulir ke Atas