Agama Punya Seribu Nyawa
Oleh : Ilham Sopu, SS
“Tuhan sudah mati” itu adalah pernyataan yang pernah terucap oleh Nietzsche filosof jerman. Seorang filsuf yang sangat anti moral, anti agama, anti Tuhan. Jauh sebelum nietzsche, Firaun pernah memproklamirkan dirinya sebagai Tuhan. Ketidakpercayaan kepada tidak adanya Tuhan seumur dengan peradaban umat manusia. Begitupun pada zaman nabi Muhammad khususnya periode makkah, yang mana kota makkah menjadi kompleks berhala berhala bagi kafir qurais.
Keimanan dan kekafiran dua wajah yang selalu bertentangan dalam peradaban umat manusia. Begitupun di zaman modern bermunculan berhala berhala dalam bentuk yang lebih canggi untuk mencoba menjatuhkan nilai nilai keimanan.
Keberadaan agama sebagai simbol moralitas akan selalu muncul sebagai pendamping kebenaran dan sebagai filter untuk menghadapi simbol simbol kekafiran. Agama itu adalah fitrah ketuhanan. Kehadiran agama bersamaan dengan hadirnya peradaban umat manusia. Sewaktu Adam dan hawa terlempar ke bumi pasca selesai memakan buah khuldi, dan berada di bumi dalam keadaan telanjang, langsung Adam dan Hawa menutupi dirinya dengan dedaunan, dan itulah adalah simbol dari agama sebagai penutup aurat. Dan keduanya betobat kepada Tuhan akibat perbuatannya yang melanggar perintah Tuhan. Agama adalah sesuatu yang inheren dalam diri manusia, karena memang manusia itu makhluk yang hanif, makhluk yang selalu condong pada kebenaran yang datang dari Tuhan.
Ada pakar yang mengatakan bahwa peran agama di era modern itu akan tergantikan dengan ilmu pengetahuan dan tehnologi. Kemajuan tekhnologi akan membuat manusia nyaman dan mempermudah hidup, komonikasi dan tranportasi akan membuat urusan manusia lebih cepat. Dan agama mengalami alienasi dalam kehidupan manusia. Apa betul demikian peran agama akan termarginalisasi dari kehidupan? Kenyataannya di era modern sekarang ini yang sudah di balut dengan kemajuan iptek, permasalahan permasalahan baru umat manusia semakin bermunculan. Perkembangan iptek tidak akan mampu memberikan solusi yang hakiki terhadap peradaban umat manusia. Iptek punya peran yang besar dalam mempermudah kehidupan manusia tapi iptek tidak akan mampu memberikan ketenangan kepada peradaban umat manusia.
Agama adalah Solusi
Oleh sebab itu agama adalah tetap akan menjadi solusi dalam memecahkan problem problem kemanusian yang banyak bermunculan di era sekarang. Agama itu punya seribu nyawa bahkan berjuta-juta. Semakin banyak orang yang mengingkari atau membunuh agama, maka agama akan semakin menampakkan perannya dalan kehidupan umat. Agama adalah sesuatu yang natural yang tidak bisa lepas dalam diri manusia.
Agama itu akan muncul secara alamiah, sekalipun manusia berada dalam kekafiran yang akut, begitulah Firaun mengalami kekafirannya di luar batas, karena menganggap dirinya Tuhan, tapi di akhir hidupnya kebenaran muncul dalam dirinya, akhirnya dia mengakui Tuhan yang di sembah oleh Nabi Musa.
Manusia harus berpegang teguh terhadap agama ini sebagai pendamping atau pemberi arah terhadap futrah yang ada dalam diri manusia. Manusia memilik fitrah yang selalu condong kepada kebenaran dan fitrah ini hendaklah di sandingkan dengan agama sebagai fitrah munazzalah yang datangnya dari Tuhan. (Pambusuang, Mei 2019).


Post Komentar