Pengundian Nomor Urut OSIM MTsN 1 Polman Digelar, Tiga Pasangan Siap Bertarung, Ini Kata Pegiat Demokrasi

Tinambung (Humas)— Tahapan Pemilihan Organisasi Siswa Intra Madrasah (OSIM) periode 2026–2027 di MTsN 1 Polewali Mandar terus bergulir. Hari ini, panitia resmi melaksanakan pengundian nomor urut bagi para calon ketua dan wakil ketua OSIM yang akan bertarung pada pemilihan pekan depan.

Dari hasil pengundian tersebut, pasangan Izza Insyirah dan Nursam M memperoleh nomor urut 1. Sementara itu, nomor urut 2 diraih oleh pasangan Muhammad Aidil Fadli dan Maritsa Nur Achsani. Adapun pasangan Nisa Ghifari Mahmuddin dan Zahra Mutiara mendapatkan nomor urut 3.

Hasil pengundian

Pengundian nomor urut ini menjadi salah satu tahapan penting dalam rangkaian proses demokrasi di lingkungan madrasah. Para kandidat selanjutnya akan memasuki masa kampanye untuk menyampaikan visi, misi, serta program kerja kepada seluruh siswa.

Pemerhati pendidikan dan pegiat demokrasi, Usman Sanjaya, S.HI., M.A.P, menilai bahwa pelaksanaan pemilihan OSIM di MTsN 1 Tinambung bukan sekadar agenda rutin tahunan, melainkan sebuah sarana pembelajaran demokrasi yang sangat berharga bagi para pelajar.

“Pelaksanaan pemilihan OSIM ini merupakan laboratorium demokrasi bagi siswa dalam memahami nilai partisipasi, tanggung jawab, serta proses kepemimpinan yang berintegritas,” ujarnya.

Lanjut Mantan Komisioner Bawaslu Sulbar itu mengatakan, di tengah tantangan demokrasi yang semakin kompleks, pendidikan politik sejak dini menjadi sangat penting. Melalui proses pemilihan OSIM, siswa dapat belajar secara langsung tentang tahapan demokrasi, mulai dari pencalonan, kampanye, penyampaian visi-misi, hingga pemungutan dan penghitungan suara.

Usman turut mengapresiasi pihak madrasah yang telah memfasilitasi kegiatan ini dengan baik. Ia menilai peran guru dan panitia sangat penting dalam memastikan proses berjalan secara jujur, adil, dan transparan.

“Jika dikelola dengan baik, pemilihan OSIM dapat menjadi miniatur pemilu yang edukatif dan inspiratif,” katanya.

Sementara itu, Pembina OSIM, Hj. Hawaisah, mengungkapkan bahwa proses penjaringan calon berlangsung cukup ketat. Awalnya terdapat sekitar 50 bakal calon yang mendaftar.

“Setelah melalui tahapan seleksi, jumlahnya mengerucut menjadi 7 pasangan calon. Kemudian dilakukan wawancara langsung oleh Kepala Madrasah, Ismail Saleh, hingga akhirnya terpilih 3 pasangan calon yang akan bertarung,” jelasnya.

Kontributor : Mahmuddin Hakim

+3

Post Komentar

Gulir ke Atas