PRAMUKA

GERAKAN PRAMUKA
SAKURA SCOUT
GUDEP 061-062

MTs NEGERI 1 POLEWALI MANDAR

Logo Gerakan Pramuka
Logo SAKURA Scout

Pramuka adalah singkatan dari Praja Muda Karana dan merupakan organisasi atau gerakan kepanduan. Pramuka adalah sebuah organisasi yang merupakan wadah proses pendidikan kepramukaan yang dilaksanakan di Indonesia.

Dalam dunia internasional, Pramuka disebut dengan istilah “Kepanduan” (Boy Scout). Gerakan Pramuka memiliki kode Kode Kehormatan Pramuka, sebagaimana yang tertuang dalam Anggaran Dasar Pramuka, Gerakan Pramuka memiliki Kode Kehormatan yang terdiri atas janji yang disebut Satya dan Ketentuan Moral yang disebut Darma.

Kode Kehormatan Pramuka disesuaikan dengan golongan usia serta perkembangan rohani dan jasmaninya, yaitu:

  • Kode Kehormatan Pramuka Siaga terdiri atas Dwisatya dan Dwidarma.
  • Kode Kehormatan Pramuka Penggalang terdiri atas Trisatya Pramuka Penggalang dan Dasadarma.
  • Kode Kehormatan Pramuka Penegak dan Pandega terdiri atas Trisatya Pramuka Penegak, Pramuka Pandega dan Dasadarma.
  • Kode Kehormatan Pramuka Dewasa terdiri atas Trisatya Anggota Dewasa dan Dasadarma.

Sejarah Pramuka dunia pertamakali dipelopori oleh Lord Baden Powell atau nama lengkapnya Robert Sthepenson Smyth Baden Powell of Giwell, seorang warga negara Inggris yang pernah menjadi tentara. Sejak kecil Baden Powell dikenal sebagai anak yang mencintai kegiatan luar ruangan (outdoor). Ia sering bermain di hutan kecil, di samping sekolahnya. Kemah pertama kepanduan yang dipimpin Baden Powell terjadi pada tanggal 1 Agustus 1907 bertempat di Brownsea Island, Inggris. Karena itulah, Tanggal 1 Agustus pun ditetapkan sebagai Hari Kepanduan Dunia.

Di Indonesia, sejarah Pramuka Indonesia dianggap lahir pada tahun 1961. Hal ini mengacu pada Keputusan Presiden RI No. 112 Tahun 1961 tanggal 5 April 1961, tentang Panitia Pembantu Pelaksana Pembentukan Gerakan Pramuka dan dipertegas lagi dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 238 tahun 1961.

Secara resmi Gerakan Pramuka diperkenalkan kepada khalayak pada tanggal 14 Agustus 1961 sesaat setelah Presiden Republik Indonesia memberikan anugrah Panji Gerakan Pramuka melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 448 Tahun 1961. Sejak itulah maka tanggal 14 Agustus dijadikan sebagai Hari Ulang Tahun Gerakan Pramuka dan hingga saat ini diperingati setiap tahunnya.

Lambang Gerakan Pramuka adalah gambar siluet Tunas Kelapa yang diciptakan oleh bapak Sunardjo, seorang pensiunan Departemen Pertanian. Arti dari lambang pramuka adalah sebagai berikut:

  • Buah Nyiur dalam keadaan tumbuh dinamakan cikal. Istilah cikal bakal di Indonesia berarti: penduduk asli yang pertama, yang menurunkan generasi baru. Dengan kata lain lambang buah Nyiur yang tumbuh itu mengkiaskan, bahwa tiap Pramuka merupakan inti bagi kelangsungan hidup bangsa Indonesia.
  • Buah Nyiur dapat bertahan lama dalam keadaan yang bagaimanapun juga, yang menggambarkan bahwa setiap Pramuka adalah seorang yang rohaniah dan jasmaniahnya sehat, kuat dan ulet serta besar tekadnya dalam menghadapi segala tantangan dalam hidup dan dalam menempuh segala ujian dan kesukaran untuk mengabdi tanah air dan bangsa Indonesia.
  • Nyiur dapat tumbuh di mana saja, yang membuktikan besarnya daya-upaya dalam menyesuaikan dirinya dengan keadaan sekelilingnya, artinya tiap Pramuka dapat menyesuaikan diri dalam masyarakat dimana ia berada dan dalam keadaan bagaimanapun.
  • Nyiur bertumbuh menjulan lurus ke atas dan merupakan salah satu pohon yang tertinggi di Indonesia.
    Ini mencerminkan bahwa tiap Pramuka mempunyai cita-cita yang tinggi dan lurus, yakni yang mulia dan jujur dan ia tetap tegak tidak mudah diombang-ambingkan oleh sesuatu.
  • Akar Nyiur yang bertumbuh kuat dan erat di dalam tanah melambangkan bahwa tekad dan keyakinan tiap Pramuka mempunyai dan berpegang kepada dasar-dasar dan landasan-landasan yang baik, benar, kuat, dan nyata, ialah tekat dan keyakinan yang dipakai olehnya untuk memperkuat diri guna mencapai cita-citanya.
  • Nyiur adalah pohon serbaguna, dari ujung hingga akarnya. Jadi lambang itu mengkiaskan bahwa tiap Pramuka adalah manusia yang berguna dan membaktikan diri dan kegunaannya kepada kepentingan tanah air, bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia serta kepada umat manusia.
 

SEJARAH SAKURA SCOUT

Sejarah Pramuka di MTs Negeri 1 Polewali Mandar sendiri dimulai sejak masih menyandang nama Pendidikan Guru Agama (PGA) dan bahkan MTsN 1 Polewali Mandar telah berkali-kali terpilih mengirimkan peserta utusannya untuk mengikuti kegiatan Jambore, baik Jambore Kabupaten, Jambore Provinsi maupun Jambore Nasional.

Namun sejak Gerakan Pramuka di MTs Negeri 1 Polewali Mandar berdiri, hingga tahun 2010 masih belum memiliki nama pangkalan. Angkatan Pramuka pada waktu itu kemudian beride untuk memberikan nama Pangkalan. Dari hasil musyawarah muncullah sebuah ide penamaan unik, SAKURA Scout. Merujuk pada tanah lokasi berdirinya MTsN 1 Polewali Mandar yang bersebelahan dengan tanah perkuburan, SAKURA adalah singkatan dari SAMPING KUBURAN.

Gerakan Pramuka Pangkalan MTs Negeri 1 Polewali Mandar dari masa ke masa tentulah memiliki sejarah panjang tersendiri beriringan dengan eksistensi madrasah ini sebagai sebuah lembaga pendidikan yang mewajibkan ekstrakurikuler Gerakan Pramuka, namun di laman ini kami hanya memberikan gambaran secara singkat.

 

Visi Misi

Dalam upaya membentuk karakter peserta didik sebagai generasi muda, Pramuka SAKURA SCOUT MTs Negeri 1 Polewali Mandar GUDEP 061-062 Berperan aktif dalam melaksanakan pembinaan anggota pramuka tinggkat penggalang. Sebagai motivasi kami selalu menyuarakan duta scout Kwarcab Tinambung.

 

PRESTASI 5 Tahun Terakhir;

  • SLAPA 2016 Barane kab. Majene / Juara 1 Umum
  • Lomba SLAPA 2017 Barane Kab. Majene / Juara 1 Umum
  • Kemah Lomba Pramuka (Kembara 2012)/ Juara 2 Umum
  • Aksi Penggalang MAMUJU 2018 Tingkat Provinsi / Juara 3 umum 

*Prestasi Lain tercantum dalam halaman Galeri Prestasi MTsN 1 Polewali Mandar


 

Sumber : Kepustakaan MTs Negeri 1 Polewali Mandar

Gulir ke Atas