Pesan Kematian Oleh Burhanuddin Hamal ) Penyuluh Agama Islam Fungsional KUA Kec.Tinambung )

اعْمَلْ لِدُنْيَاكَ كَأنَّك تَعِيشُ أبَدًا، وَاعْمَلْ لِآخِرَتِكَ كَأَنَّكَ تَمُوْتُ غَدًا

Ditengah hiruk-pikuknya percaturan Duniawi yang teramat menguras energi dan fokus capaian, hal tentang KEMATIAN tak pernah menjadi wacana yang basi untuk selalu dihadirkan. Manfaatnya tentu saja sebagai “pengingat” agar eksistensi manusia berjalan seimbang dan tetap terkendali.

KEMATIAN tak hanya menjadi pintu penentu menuju alam berikutnya, tetapi juga merupakan keniscayaan yang mengharuskan setiap yang hidup pasti melewatinya (QS. Al-Ankabut: 57).

KEMATIAN adalah tragedi tak bersyarat. Dalam situasi apapun, semuanya harus berahir bila saatnya tiba. Misterinya tak memberi kepastian tentang kapan, dimana dan caranya seperti apa (QS. Al-Jumuah: 8 ).

Jika kehidupan yang sekarang berstatus “bayang-bayang” maka KEMATIAN adalah syarat mutlak untuk bisa berjumpa dengan sejatinya kehidupan
(QS. Ghafir: 39-40).

Bahasa Dunia menyebutnya KEMATIAN, tetapi yang terjadi sesungguhnya adalah PERALIHAN KEHIDUPAN dari sesuatu yang fana’ menuju keabadian
(QS. Ar-Rahman 26-27).

Meski KEMATIAN adalah momen yang dirahasiakan hingga tak harus “diremehkan” oleh manusia, namun juga menjanjikan keindahan bagi mereka yang “mempersiapkan diri”
(QS. An-Nahl: 32, 97).

Demikian sekelumit tentang KEMATIAN agar kita semua yakin dan makin menyadari bahwa sebagaimana KEHIDUPAN, esensi keduanya adalah “ujian terpenting” bagi peningkatan amal-amal terbaik manusia
(QS. Al-Mulk: 2).

Maka, melalui konsistensi Do’a dan Ikhtiyar, kita tentu berharap semoga KEMATIAN itu nanti menjadi pertemuan sejati antara “dua sisi keridhaan” menuju abadinya kehidupan…..(QS. Al-Fajr: 27-30).

Ushikum wanafsi bitaqwallah, Wallahu a’lam bisshawab.

+1

Post Komentar

Gulir ke Atas