Peduli Korban Kebakaran Galung Tulu, Kemenag Polman dan Madrasah termasuk MTsN 1 Polman Serahkan Bantuan Rp70 Juta
Tinambung (Humas) — Kepala MTsN 1 Polewali Mandar, Ismail Saleh, mendampingi Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Polewali Mandar Imran K. Kesa bersama Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kemenag Polman H. Marsuki bersama dan ASN lainnya menyalurkan bantuan kepada korban kebakaran di Desa Galung Tulu, Kecamatan Balanipa, Kabupaten Polewali Mandar, Jumat (6/3/2026).

Bantuan yang diserahkan berupa dana tunai sebesar Rp70 juta serta sejumlah barang kebutuhan lainnya, termasuk Al-Qur’an. Bantuan tersebut diserahkan langsung kepada warga yang terdampak musibah kebakaran.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Polewali Mandar, Imran K. Kesa, dalam keterangannya menyampaikan bahwa dana donasi tersebut merupakan hasil sumbangan sukarela dari para Aparatur Sipil Negara di lingkungan Kementerian Agama serta para guru madrasah, termasuk dari keluarga besar MTsN 1 Polewali Mandar.

Menurutnya, bantuan tersebut merupakan wujud kepedulian dan solidaritas keluarga besar Kementerian Agama terhadap masyarakat yang tengah mengalami musibah.
“Donasi ini terkumpul dari sumbangan sukarela ASN Kemenag dan para guru madrasah. Ini adalah bentuk kepedulian kami terhadap saudara-saudara kita yang tertimpa musibah. Mudah-mudahan bantuan ini dapat sedikit meringankan beban dan memberi kebahagiaan bagi para korban terdampak kebakaran,” ujar Imran.

Sementara itu, Kepala MTsN 1 Polewali Mandar Ismail Saleh mengatakan bahwa keluarga besar madrasah juga turut berpartisipasi dalam penggalangan bantuan bagi korban kebakaran.
Berdasarkan pantauan media ini, pengurus OSIM MTsN 1 Polewali Mandar juga hadir dalam kegiatan penyerahan bantuan tersebut.
Dana yang disalurkan oleh OSIM berasal dari sumbangan para pengurus serta beberapa siswa MTsN 1 Polewali Mandar yang turut menunjukkan kepeduliannya terhadap korban musibah.

Diketahui, kebakaran hebat yang terjadi pada Sabtu, 28 Februari 2026 di Desa Galung Tulu tersebut menghanguskan sedikitnya 37 rumah warga dan menyebabkan ratusan jiwa kehilangan tempat tinggal.
Pemerintah dan berbagai pihak terus berupaya memberikan bantuan serta dukungan kepada para korban agar dapat segera bangkit dan kembali menjalani kehidupan mereka.
Penulis : Mahmuddin Hakim


Post Komentar