Direktur LSP Muhammad Bisyri Hadir dalam Rapat Koordinasi Pendidikan Madrasah se-Sulbar: Dorong Penguatan Kompetensi Guru Quran

Tinambung (Humas) — Direktur Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Daarul Quran, Muhammad Bisyri, hadir dalam rapat koordinasi yang dilaksanakan oleh Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Sulawesi Barat, Dr. H. Misbahuddin, bersama seluruh kepala satuan kerja madrasah se-Sulawesi Barat. Kegiatan ini berlangsung di Hotel Grand Elhaj, Tangerang, Banten, pada Selasa, 11 November 2025.

Dalam kesempatan tersebut, Muhammad Bisyri menyampaikan sejumlah poin penting terkait dengan arah strategis peningkatan mutu pendidikan Al-Qur’an di Indonesia, khususnya di wilayah Sulawesi Barat.

Menurut Bisyri, dalam konteks nasional, antusiasme masyarakat terhadap pendidikan Al-Qur’an — baik program tahsin maupun tahfizh — terus meningkat selama tiga dekade terakhir. Saat ini, tercatat lebih dari 200.000 lembaga pendidikan Al-Qur’an tersebar di seluruh Indonesia.

“Fenomena ini menunjukkan besarnya perhatian umat terhadap pembelajaran Al-Qur’an. Namun, seiring dengan itu, kita juga harus memastikan mutu layanan pengajarannya,” ujar Bisyri.

Di tingkat daerah, Bisyri mengapresiasi program Gerakan Berantas Buta Huruf Quran yang dicanangkan di Sulawesi Barat. Program ini, menurutnya, merupakan langkah visioner yang harus terus diperkuat dengan sinergi antara berbagai pihak.

“Kondisi di Sulbar menunjukkan komitmen kuat untuk memberantas buta huruf Quran. Namun, upaya tersebut memerlukan strategi yang lebih terstruktur agar layanan pengajaran Al-Qur’an benar-benar berkualitas,” tambahnya.

Sebagai solusi taktis-strategis, Bisyri menegaskan pentingnya penguatan kompetensi guru Quran melalui program sertifikasi kompetensi. Melalui program ini, para guru Al-Qur’an yang telah memenuhi standar akan memperoleh Sertifikat Kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) RI, sebagai pengakuan resmi atas kompetensi yang dimiliki.

“Guru Quran yang kompeten menjadi kunci utama dalam mewujudkan pengajaran Al-Qur’an yang bermutu. Dengan sertifikasi ini, kita berharap dapat menekan angka buta huruf Quran di tengah masyarakat,” terang Bisyri.

0

Post Komentar

Gulir ke Atas