Inovasi Guru Bahasa Indonesia MTsN 1 Polewali Mandar Tingkatkan Literasi Lingkungan melalui Pembelajaran Ekoteologi

Tinambung (Humas) — Salah seorang guru Bahasa Indonesia MTsN 1 Polewali Mandar, Mahmuddin, melakukan inovasi pembelajaran melalui Pengembangan Pembelajaran Bahasa Indonesia Berbasis Ekoteologi untuk Meningkatkan Literasi Lingkungan.

Inovasi ini bertujuan menumbuhkan kesadaran peserta didik terhadap pentingnya menjaga lingkungan hidup melalui pembelajaran bahasa yang kontekstual dan bermakna.

Pembelajaran berbasis ekoteologi

Pengembangan pembelajaran berbasis ekoteologi ini mengintegrasikan nilai-nilai keagamaan dengan kepedulian ekologis dalam materi Bahasa Indonesia. Melalui kegiatan membaca, menulis, berbicara, dan menyimak, peserta didik diajak untuk memahami isu-isu lingkungan, merefleksikannya dalam perspektif keagamaan, serta menuangkannya dalam berbagai bentuk karya bahasa seperti teks deskripsi, teks cerpen, dan teks prosedur bertema lingkungan.

Mahmuddin menjelaskan bahwa pendekatan ekoteologi dalam pembelajaran Bahasa Indonesia tidak hanya meningkatkan kemampuan literasi peserta didik, tetapi juga membentuk karakter peduli lingkungan.

“Bahasa menjadi sarana efektif untuk menanamkan nilai tanggung jawab manusia sebagai khalifah di bumi. Dengan demikian, siswa tidak hanya terampil berbahasa, tetapi juga memiliki kesadaran ekologis,” ujarnya.

Mahmuddin bersama pimpinan madrasah saat berkunjung ke Green House Pemkab Polman

Kepala MTsN 1 Polewali Mandar Ismail Saleh memberikan apresiasi atas inovasi yang dilakukan oleh salah seorang gurunya. Ia menilai pengembangan pembelajaran tersebut sejalan dengan visi madrasah dalam mencetak generasi yang unggul secara akademik, berakhlak mulia, serta peduli terhadap lingkungan.

“Kami sangat mengapresiasi upaya guru dalam menghadirkan pembelajaran yang kreatif dan relevan dengan tantangan zaman. Semoga inovasi ini dapat diterapkan secara berkelanjutan ” Ungkapnya.

Lebih lanjut ia berharap pengembangan pembelajaran berbasis ekoteologi ini dapat meningkatkan literasi lingkungan peserta didik serta memperkuat budaya literasi di madrasah.

Saat penanaman pohon matoa

Pengawas Madrasah Kementerian Agama Kabupaten Polewali Mandar, Abdul Asiz, turut memberikan apresiasi terhadap pengembangan pembelajaran tersebut. Ia menilai pembelajaran Bahasa Indonesia berbasis ekoteologi merupakan langkah strategis dalam menjawab tantangan pendidikan saat ini.

“Inovasi ini sangat relevan karena mengintegrasikan penguatan literasi, nilai-nilai keagamaan, dan kepedulian lingkungan. Saya berharap praktik baik ini dapat direplikasi di madrasah lain serta dikembangkan menjadi karya ilmiah ” ungkapnya.

Penulis : Mahmuddin Hakim

+6

Post Komentar

Gulir ke Atas